Cyberbullying
Apasih Cyberbullying?

Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan bagi seluruh kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Teknologi memungkinkan proses interaksi dan komunikasi berlangsung dengan cepat, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Namun, kemudahan tersebut tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang muncul sebagai dampak dari kebebasan dalam dunia digital. Salah satu permasalahan yang paling menonjol dan perlu mendapat perhatian serius adalah cyberbullying

Merujuk pada Kowalski, cyberbullying didefinisikan sebagai perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja oleh individu maupun kelompok melalui media elektronik. Perilaku ini dapat berupa pesan teks, foto, video, maupun bentuk komunikasi lain pada berbagai platform digital, yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis dan sosial bagi korban.

Willard (2007) dalam bukunya yang berjudul Cyberbullying and Cyberthreats: Responding to the Challenge of Online Social Aggression, Threats, and Distress menjelaskan pembagian jenis cyberbullying ke dalam beberapa bentuk, yaitu sebegai berikut:

  1. Flaming

Flaming merupakan tindakan mengirim pesan yang berisi kemarahan, ejekan, atau provokasi untuk memicu pertengkaran melalui media digital, seperti percakapan daring, komentar media sosial, maupun forum online. Contoh yang sering terjadi pada anak adalah saling mengejek di grup WhatsApp kelas dengan menggunakan kata-kata kasar atau tidak pantas. Perilaku ini dapat menimbulkan konflik serta merusak hubungan pertemanan.

  1. Harassment

harassment merupakan tindakan mengirim pesan berisi hinaan, ancaman, atau kata-kata tidak menyenangkan secara berulang melalui media digital.

  1. Denigration

Denigration merupakan tindakan menyebarkan informasi palsu, fitnah, atau rumor untuk merusak reputasi seseorang melalui media digital. Contohnya, menyebarkan kabar bohong tentang teman di media sosial, seperti menuduh melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan. Perilaku ini dapat menyebabkan korban dikucilkan oleh teman sebaya dan mengalami tekanan emosional.

  1. Impersonation

Impersonation adalah tindakan menyamar sebagai orang lain dengan tujuan merugikan korban melalui media digital. Contohnya, membuat akun palsu menggunakan identitas teman, lalu mengirim pesan atau unggahan yang dapat mempermalukan korban. Perilaku ini dapat membuat korban kehilangan kepercayaan dari lingkungan sosial dan merasa tidak aman.

  1. Outing

Outing merupakan tindakan menyebarkan informasi pribadi, rahasia, atau foto seseorang tanpa izin melalui media digital. Contohnya, membagikan foto pribadi teman atau menyebarkan cerita rahasia yang sebelumnya dipercayakan secara pribadi

  1. Trickery

Trickery adalah tindakan menipu seseorang agar bersedia membagikan informasi pribadi atau rahasia, kemudian menyebarkannya kepada orang lain.

  1. Exclusion

Exclusion merupakan tindakan mengucilkan seseorang secara sengaja dari kelompok atau aktivitas daring. Contohnya, tidak memasukkan teman ke dalam grup kelas, mengeluarkan teman dari grup permainan online, atau sengaja tidak mengajak teman berpartisipasi dalam aktivitas digital bersama.

  1. Cyberstalking

Cyberstalking merupakan tindakan mengawasi, mengganggu, atau mengintimidasi seseorang secara terus-menerus melalui media digital. Contohnya, mengirim pesan secara berulang, memantau aktivitas media sosial korban, atau memberikan komentar yang mengganggu secara terus-menerus. Perilaku ini dapat menimbulkan rasa takut, stres, serta mengganggu konsentrasi belajar.

Media digital seharusnya digunakan untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat. Kita perlu saling menghormati, tidak mengejek, serta tidak menyebarkan hal yang dapat menyakiti orang lain. Jika melihat atau mengalami cyberbullying, jangan takut untuk bercerita kepada guru atau orang tua. Bersama-sama, kita bisa menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan menyenangkan.

 

 

Referensi yang sering digunakan:

  • Willard, N. (2007). Cyberbullying and Cyberthreats: Responding to the Challenge of Online Social Aggression, Threats, and Distress.
  • Kowalski, R. M., Limber, S. P., & Agatston, P. W. (2012). Cyberbullying: Bullying in the Digital Age.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait